Part of the series: Becoming Astron
Kalau kamu sudah lama berkutat dengan web modern, mungkin kamu familiar dengan satu pola yang melelahkan: halaman sederhana, tapi JavaScript-nya berlapis-lapis. Kita mengirim satu aplikasi penuh hanya untuk menampilkan teks dan gambar. Cepat? Kadang. Masuk akal? Sama sekali tidak.
Di titik inilah Astro muncul. Bukan sebagai “framework terbaru yang wajib dipelajari”, tapi sebagai jawaban atas pertanyaan: “Apakah semua website benar-benar butuh JavaScript sebanyak ini?”
Astro adalah web framework yang dirancang untuk membangun website yang cepat, ringan, dan fokus pada konten. Ia sangat cocok untuk blog, dokumentasi, landing page, hingga company profile—jenis website yang mayoritas isinya dibaca, bukan dioperasikan seperti aplikasi kompleks.
Astro tidak menolak JavaScript. Ia hanya meminta kita lebih bijak menggunakannya.
Jadi, Apa Itu Astro Sebenarnya?
Astro adalah web framework yang fokus pada website berbasis konten. Blog, dokumentasi, landing page, company profile—jenis website yang tujuan utamanya dibaca, bukan dioperasikan terus-menerus.
Beberapa hal penting tentang Astro:
- menghasilkan HTML statis secara default
- JavaScript tidak dikirim kecuali memang dibutuhkan
- bisa menggunakan React, Vue, Svelte, atau HTML biasa
- performa dan SEO jadi prioritas, bukan tambahan
Astro tidak anti JavaScript. Ia hanya tidak menganggap JavaScript sebagai jawaban untuk semua hal.
Masalah yang Ingin Diselesaikan Astro
Sebelum Astro, banyak developer terjebak pada satu kebiasaan:
Kalau bikin website, ya pakai framework JS.
Masalahnya:
- Banyak website tidak butuh state kompleks
- Tapi tetap mengirim JavaScript besar ke client
- Performance jadi korban
- SEO perlu “ditolong” dengan berbagai trik
Astro mencoba membalik pendekatan itu.
Alih-alih:
Render di client, hydrate semuanya
Astro berkata:
Kirim HTML bersih dulu. Interaktif? Kita tambahkan seperlunya.
Pendekatan ini sederhana, tapi dampaknya besar.
Website Seperti Apa yang Cocok Pakai Astro?
Astro sangat cocok untuk:
Blog pribadi
- Portfolio
- Dokumentasi
- Landing page
- Company profile
- Marketing site
- Content-driven website
Astro kurang cocok untuk:
- Dashboard real-time
- Aplikasi dengan state berat
- SPA yang sangat interaktif di hampir semua bagian
Dan ini penting: Astro tidak memaksakan dirinya cocok untuk semua hal. Itu justru salah satu kelebihannya.
Astro Bukan Tentang Tren, Tapi Tentang Kesadaran
Astro terasa seperti framework yang lahir dari refleksi:
- Kita terlalu cepat mengandalkan JavaScript
- Kita lupa bahwa browser sangat pintar membaca HTML
- Kita sering mengoptimalkan developer experience, tapi lupa user experience
Dengan Astro, kita diajak kembali ke dasar:
- HTML sebagai fondasi
- CSS untuk presentasi
- JavaScript hanya saat diperlukan
Ini bukan langkah mundur. Ini langkah lebih dewasa.
Apa yang Akan Kita Pelajari di Series Ini?
Series “Becoming Astron” bukan tentang menghafal API Astro. Ini tentang:
- memahami kenapa Astro bekerja seperti ini
- tahu kapan Astro masuk akal
- dan bagaimana memakainya tanpa berlebihan
Di bagian selanjutnya, kita akan masuk ke filosofi Astro—bagaimana cara berpikir Astro berbeda dari framework JS kebanyakan, dan kenapa itu penting untuk developer modern.
Kita tidak sedang belajar framework baru.
Kita sedang belajar cara berpikir yang lebih sederhana.